[BeraniCerita #10] Surat Untuk Ayah





Ayah Liza keluar dari ruang kerjanya sambil mengacungkan sepucuk surat.


"Liza," katanya, "aku sedang mencarimu; masuklah ke ruang kerjaku."


Liza mengikuti ayahnya memasuki ruang kerja, dan ia menduga bahwa apa yang akan disampaikan oleh ayahnya tentu berhubungan dengan surat yang dipegangnya.


Mereka duduk berdua saling berhadapan. Liza menyusun kata-kata dalam kepalanya untuk memberikan penjelasan yang tepat.

“Aku menemukan surat ini di mejamu.” Ayah Liza menyodorkan selembar surat yang belum sempat diselesaikan oleh Liza tadi pagi.

Muka Liza langsung memucat seketika, “Ayah, ini tidak seperti yang Ayah kira..” Liza mulai membela diri.

Ayahnya terdiam. Untuk sesaat mereka hanya saling menatap.

“Aku.. aku melakukannya karena aku peduli pada Ayah.. Aku tidak ingin ayah terus- terusan sedih…” Liza melanjutkan kata- katanya sambil menunduk.

“Dengan cara menulis surat- surat ini, seolah- olah Ibumu yang mengirimkannya?” Ayahnya membanting  lebih banyak lagi surat diatas meja. Surat- surat yang ditulis Liza untuk ayahnya, dengan mengatas namakan Ibunya.

“Kamu pikir aku bahagia dengan semua kebohongan ini??” suara ayahnya semakin meninggi. Sementara Liza duduk gemetar di kursinya.

“Dengar Liza, walaupun Ibumu tidak pernah mengirim kabar padaku, tapi aku yakin suatu saat dia akan pulang.”  Ayahnya menutup pembicaraan dengan beranjak dari kursi dan meninggalkan Liza seorang diri.

Liza menghela nafas panjang. Ternyata Ayahnya masih sangat mencintai istrinya, ibu tiri Liza. Ibu tirinya memang memang bukan seorang ibu yang baik. Liza tahu kalau ia berselingkuh dengan banyak pria, selain itu dia sering memukul Liza dan adiknya. Tapi Ayah selalu bisa memaafkan dan tetap mencintainya.

Sering Liza melihat ayahnya tersenyum sendiri membaca ulang surat-surat yang awalnya dikira ayahnya, dikirim oleh istrinya. Tapi sekarang ayahnya sudah tahu semuanya. Hanya satu hal yang ayahnya belum tahu. Istrinya tak pernah meninggalkan rumah mereka. Tubuhnya telah dikubur oleh Liza di taman belakang rumah. Dan hanya dengan surat-surat itu Liza dapat membuat ayahnya tetap tersenyum.


******************************************
terinspirasi dari http://jejakubikel.com/2010/12/17/surat-dari-ayah/


hihihi.... :P



Share this:

CONVERSATION

8 comments:

  1. :) owh, saya sudah pikir "bukannya ini mirip yang diributin kemarin?". Eh,, bawahnya ada konfirmasinya. hehe.
    Bagus mbak.. :)

    ReplyDelete
  2. awalnya aku juga mau bilang mirip yg kmaren rame..pas lihat bawahnya jd gak jadi hehe...sip mba :D

    ReplyDelete
  3. hohohoho ini mah remake, mba, bukan terinspirasi :p

    ReplyDelete
  4. Yuk, cari ide lain, yuk mamadetectif :D
    Yang ini udah gak seru hihihi

    ReplyDelete
  5. remake blong #eh, itu kan rem yah :D #abaikan :D

    ReplyDelete
  6. setuju ma komentar diatas mbak :)

    ReplyDelete
  7. jadi inget sama... #abaikan
    hehehe

    ReplyDelete

Silahkan tanya apa saja ya ^^