Prompt #18 Lissa



Hari pertamaku di asrama kampus, kudapati aku harus tinggal satu kamar dengan seorang perempuan bernama Lissa. Dia aneh. Bahkan kalau boleh jujur, aku sedikit takut dengannya. Anaknya pendiam, kurus, berambut lurus sebahu, berwajah pucat dengan lingkaran hitam dibawah mata. Dari informasi yang kudapat dari penjaga asrama, Lissa adalah seorang mahasiswi filsafat. Selain itu, penjaga itupun tak banyak tahu tentang dia. Sangat misterius.

 Ketika tadi kami berkenalan, dia hanya mengucapkan sepatah kata sambil menjabat tanganku dengan tangannya yang dingin. “Lissa,” ucapnya singkat kemudian kembali menekuni pekerjaannya di meja.

Dan disinilah aku, berdiri, canggung, di tengah sebuah ruangan persegi empat yang suram, berdebu dan minim ventilasi. Di ruangan itu terdapat dua meja belajar, dua lemari pakaian dan sebuah tempat tidur double bed. Hello?? Sebuah tempat tidur? Berarti kami akan tidur bersama??

Aku menatap tempat tidur yang reyot itu dengan mata nanar, aku bahkan tak yakin Lissa pernah mencuci seprainya. Tenang saja, aku akan segera pindah begitu mendapat tempat kost baru yang dekat dengan kampus, batinku menghibur diri.
-0o0-

Malam itu, aku kesulitan memejamkan mataku. Udara di kamar begitu pengap, sementara Lissa sudah sedari tadi mendengkur. Ketika akhirnya aku bisa tertidur, aku yakin saat itu sudah hampir mendekati tengah malam.

Belum genap setengah jam aku tertidur, suara jeritan membuatku terjaga. Aku terbangun. Lissa yang tidur di sampingku, meronta-ronta dan menjerit. Aku berlari keluar dari kamar. Ketakutan dengan jeritannya yang memekikkan telingga.

"Manda.. tunggu..," Lissa memanggilku dengan terengah- engah. "Arrgghh..," teriaknya sambil kembali meronta- ronta dan menggeliat geliat dengan tak terkendali.

Aku semakin ngeri melihatnya dan bermaksud sesegera mungkin kabur dari sana.

"Manda! kumohon jangan pergi.. tolong aku..." pinta Lisa dengan tampang ngeri sambil menunjuk ke arah punggungnya.

Aku pun kembali mendekat padanya dengan perlahan. Ketika akhirnya aku melihat ke arah punggung Lissa yang sedikit terbuka. Aku menutup mulutku sambil membelalak ngeri.

"Lissa.. maaf aku.. aku... tak bisa..," ucapku terbata- bata sebelum akhirnya aku berbalik ke arah pintu dan berlari meninggalkannya. Berlari mencari orang lain yang bisa memberikan pertolongan padanya.

Dalam hati, aku membatin, Maafkan aku, Lissa. Tapi aku juga takut kecoak!

Share this:

CONVERSATION

18 comments:

  1. hehehe Akhirnya bisa koment...
    soalnya gemes bgt dengan ide FFnya Asrama dan kecoa ...
    brilian bgt memilih Asrama untuk tempat tidur bareng..
    Ngetwist bgt krn gara2 kecoa hehe

    ReplyDelete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  3. udang tegang kirain horor eh ternyata...langsung plong aja gitu waktu tahu di punggungnya ada kecoak hehehe. salam kenal

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe.. salam kenal juga Mbak Wida ;)

      Delete
  4. Huahahaha... keren! Memadukan kesan thriller dan komedi :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mbak Evi, salam kenal, saya yg suka bikinin Mbak Evi SPP di Noura books loh, haha *sekilas info ga penting :p

      Delete
    2. Salam kenal Mbak Sara.

      Makasih ya udah bikinin saya SPP :)

      Kalau saya ke Jagakarsa, kita bisa ketemu langsung dong? :D

      Delete
    3. eh... SPP? apaan tuh? *diusir pergi sama mbak evi*

      Delete
    4. @Evi: bisa..bisa.. Mbak, bisa diaturr...

      @red carra: mau tau aja apa mau tau bangett..

      Delete
  5. iya, ini keren! :D hihihihi lissa nih, misterius tapi takut kecoak :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. sbenenrnya terinspirasi dari saya yg bertampang preman tapi takut kecoak ^^

      Delete
  6. Wakaka.. ternyata yang cerita juga takut kecoak...

    ReplyDelete
  7. #ngok :)))) hahahahahasyem.. kirain :P

    Mbak, berarti Mbak Sara sekantor sama Mas Reno Azwir dong ya :D

    *OOT*

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya sekantor sama mas reno. ko bisa kenal mas reno Mbak?

      Delete
  8. Hahaha.. Ternyata kecoak. Pantesan jejeritan sambil meronta gitu ya? :D

    Saya udah parno aja kalau punggungnya bolong.. :P

    ReplyDelete

Silahkan tanya apa saja ya ^^