Ketika Dokter Mendiagnosa Cerebral Palsy

Waktu pertama kali Jenna didiagnosa Cerebral Palsy (CP) oleh dokter, yang pertama terlintas di pikiran adalah, "Masa, sih?". Tapi, setelah dipikir baik-baik, iya juga, sih. Sesuatu yang selama ini kami anggap keterlambatan motorik biasa, menjadi masuk akal ketika tahu bahwa si anak cewek ternyata terkena Cerebral Palsy ketika lahir. 

Kaki kanan yang lebih kaku, jalan yang jinjit sebelah, tangan kidal, mata kanan yang agak juling, itu sebagian ciri-ciri yang tampak dari Jenna yang membuat dokter memberikan diagnosa Cerebral Palsy Hemiplegia bagian kanan. Dan memang salah satu penyebab Cerebral Palsy adalah adanya masalah ketika proses kelahiran yang menyebabkan kurangnya asupan oksigen ke otak kita.

Walau begitu, tentu saja kami cari second opinion. Kerena dokter yang mendiagnosa pertama kali adalah seorang spesialis orthopedi, tentu lebih meyakinkan kalo diagnosanya dikeluarkan  oleh seorang spesialis syaraf.

Dan, setelah mendapat kepastian dari seorang dokter spesialis syaraf di kota Bandung, rekomendasi salah seorang kerabat, pertama-tama saya bersyukur dulu. Kok bersyukur? Bersyukur karena selama ini, hampir semua anak penderita CP yang saya temui di tempat dulu Jenna biasa fisioterapi, kondisinya jauh lebih parah dibanding Jenna yang hanya terkena CP ringan. Kebanyakan dari mereka bahkan tidak bisa berjalan dan berkomunikasi dengan normal. So, bersyukur banget dengan kondisi Jenna yang bahkan kalau tidak diperhatikan dengan detail tidak begitu kentara bahwa dia mengidap CP.

Langkah kedua adalah mencari info sebanyak mungkin tentang kondisi ini.Tentunya sumber informasi yang paling mudah selain berkonsultasi langsung dengan dokter adalah melalui media internet. Dari sana saya mendapat beberapa informasi yang menurut saya penting dan terkait dengan perkembangan Jenna ke depannya.

Apakah itu Cerebral Palsy (CP)?

Cerebral Palsy ternyata bukanlah nama sebuah virus ataupun bakteri. 'Cerebral' bisa diartikan sebagai 'Otak' dan Palsy diartikan sebagai 'lemah/lumpuh'. Jadi, Cerebral Palsy adalah suatu kondisi dimana penderitanya  mengalami kerusakan/kelumpuhan otak permanen yang efeknya bergantung pada seberapa besar tingkat kerusakannya.So, tidak usah khawatir berdekatan dengan penderita CP karena CP sama sekali tidak menular.

Penyebabnya apa? Dalam kasus Jenna, penyebabnya diduga karena ketika lahir dia tidak langsung menangis akibat gawat janin dan juga sempat beberapa hari menggunakan oksigen yang dimasukan langsung melalui selang ke dalam paru-parunya ketika dirawat di Neonatal Intensive Care Unit (NICU).
Baca disini : Anakku Yang Cantik dan Spesial

CP berpengaruh terhadap gerakan tubuh yang berhubungan dengan koordinasi otot, reflek dan tonus otot. Sehingga hal ini berdampak pada keterampilan motorik halus, motorik kasar, motorik oral, keseimbangan dan bahkan postur tubuh.

Karena CP ini sifatnya permanen dan tidak bisa disembuhkan, hal yang bisa dilakukan adalah mengelola secara maksimal efek yang ditimbulkannya pada tubuh. Diantaranya dengan fisioterapi, operasi, obat-obatan, suntik botox dan penggunaan teknologi bantu untuk bisa membuat penderitanya beraktivitas se-normal dan se-mandiri mungkin.

Sehingga mau tidak mau, Jenna harus merutinkan kembali fisioterapinya. Sebelumnya Jenna sudah pernah fisioterapi di Klinik Anakku BSD, sebuah klinik yang memang khusus menangani permasalahan tumbuh kembang pada anak. Namun karena jadwal terapinya padat sementara terapis yang menangani hanya dua orang, Jenna harus masuk daftar antrian untuk menentukan jadwal rutin terapinya dan itu diluar hari Minggu..

Jujur, hal ini agak memberatkan untuk kami yang dua-duanya bekerja. Sehingga kami mencari alternatif tempat terapi lain yang bisa lebih fleksibel waktunya. Akhirnya kami mendapatkan tempat fisioterapi di daerah Sawangan Depok. Namanya Anwar Clinic and Educational Center (Ace Center) sesuai dengan nama terapisnya yaitu Bapak Anwar. Kelebihannya, tempat terapi di rumah terapisnya sendiri, sehingga kami bisa datang di hari Minggu. Kekurangangannya? Ada, yaitu bahwa terapisnya laki-laki. Sementara Jenna sejak kecil entah kenapa anti banget dipegang sama laki-laki dewasa yang belum dia kenal. Sehingga ketika mulai terapi selalu diwarnai dengan drama tangis menangis :D

Terapi yang dilakukan terutama kegiatan motorik untuk menguatkan bagian tubuh kanannya. Seperti meronce, menjahit, menarik garis lurus, dll. Selain itu ada streching khusus untuk melemaskan kaki kanannya yang kaku dan jinjit.

Berikut ini beberapa contoh latihan sederhana yang bisa kita lakukan sendiri di rumah asalkan kita telaten.

Jenna berlatih melangkah diantara rintangan
Jenna berlatih dengan bola
Jenna Berlatih dengan Jepitan Jemuran
Jenna Berlatih Meronce


Yang ini video latihan melempar bola sederhana yang sempat kami dokumentasikan.




Memang, bagaimanapun juga, terapi seperti ini tidak akan efektif jika tidak diulang-ulang di rumah. Sehingga kami juga memiliki banyak 'PR' untuk dikerjakan Jenna dan kami sendiri, terutama untuk melakukan streching pada kaki kanannya setiap malam. Bagaimanapun juga, memiliki seorang anak istimewa dengan Cerebral Palsy adalah sebuah tantangan tersendiri. Semangat!

Share this:

CONVERSATION

12 comments:

  1. Salut dengan semua ibu yang bener2 telaten mwrawat anaknya yg berkebutuhan khusus.. ga semua ibu bisa sabar seperti ini mbak :). Semoga jenna bisa tumbuh mandiri kelak yaa..

    ReplyDelete
    Replies
    1. amiiinn..makasih udahberkunjung Mbak, salam kenal ya :D

      Delete
  2. semangat mama Jenna....btw, sya juga baru tahu jika CP ada yang ringan, semoga Jenna juga semangat di setiap terapi

    ReplyDelete
    Replies
    1. amiinn... iya mbak, makasih udah berkunjung :)

      Delete
  3. Thx mbak atas sharingnya. Oh ya mau tanya apakah pd tungkai kaki jenna sering bergetar/tremor gitu?

    ReplyDelete
    Replies
    1. gak sih mbak kalau bergetar, cuma kaku aja :)

      Delete
  4. mbak bagi aku semangatnya dong... aku bisa kontak mbak via apa ? pengen tau bgt ttg jenna. krn liat videonya tnpa sadar sudah memberikan semangat yg besar buat saya...tolong dibalas ya mbak..saya butuh uluran semangatnya. tks

    ReplyDelete
    Replies
    1. boleh, kirim email aja ke saramai354@gmail.com mas :)

      Delete
  5. Ass..
    Anak saya umur srjk umr 8bln dvonis dokter CP.. Setlah itu sya terpy alternatif daerah karawang.. Dan alhamdulillah sekarang usia mnginjak 5thn.. Mskipun melewati banyak cobaan ataupn rintangan sampailah hari ini, memang tdak sprti anak normal seusianya tapi sya ttap bersyukur, skrng tinggal bicaranya yg blm jelas.. Tp sya masukin dia k bimba aiueo, bukan brmksud untk dia bsa bicara ataupn pntr sprti yg lain, hanya untuk brsosialisasi memberikannya aktivitas,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulilah ya Mbak. Anak saya juga insya Allah tahun ini saya masukan bimba. Semoga anak2 kita selalu sehat terus yaaa :)

      Delete

Silahkan tanya apa saja ya ^^