Tips Anti Stress Menghindari Dilema Ibu Bekerja


Aku rasa semua sepakat bahwa pekerjaan Ibu Rumah Tangga (IRT) adalah pekerjaan dengan kadar stress paling tinggi sedunia. Namun bukan berarti ibu-ibu yang bekerja kantoran tidak bisa stress. Apalagi jika kebetulan kita adalah seorang ibu pekerja tanpa Asisten Rumah Tangga (ART) dengan jenis pekerjaan yang menuntut tanggung jawab tinggi, bukan tidak mungkin kita mengalami yang dinamakan dilema ibu bekerja.

Diperlukan management stress yang apik agar ketika sampai di rumah, dalam kondisi kelelahan dan harus menghadapi anak-anak yang masih balita, kita bisa tetap dalam kondisi mood yang baik. Karena menurut penelitian, ibu yang stress lebih rentan menyakiti anaknya. Entah secara fisik (cubitan, pukulan, jeweran, dll) ataupun secara mental (bentakan, sindiran, dll). Jadi,berikut ini aku berikan tips anti stress untuk menghindari dilema ibu bekerja (ala diriku pribadi, tepatnya :D) :

Tips Anti Stress Menghindari Dilema Ibu Bekerja


 1.       Pastikan tidak membawa pekerjaan ke rumah 

    Hal ini penting agar kita bisa fokus menghabiskan waktu untuk keluarga tanpa terganggu dengan pekerjaan kantor. Kalau aku pribadi lebih suka pulang sedikit lebih telat ketimbang harus membawa pekerjaan ke rumah.


2.       Pastikan pulang dalam keadaan perut sudah kenyang

Perut lapar bisa memacu stress, setidaknya buatku, loh, ya. Ditambah kondisi jalanan Jakarta di jam-jam pulang kerja yang ganasnya minta ampun. Buat pengendara motor kayak aku, persaingan antar sesama pengendara motor di Jakarta dalam mencari celah-celah sempit di diantara kondisi macetnya jalanan Jakarta benar-benar sebuah tantangan tersendiri yang menguras energi, pikiran dan tenaga. 

Untuk itu biasanya aku melipir sejenak ke warung pecel lele untuk memenuhi hak-nya si perut. Sehingga ketika sampai rumah dan menghadapi kehebohan yang ditimbulkan oleh para balita, ambang batas kemarahanku bisa lebih tinggi ketimbang jika aku pulang dalam kondisi lapar.

3.       Hilangkan rasa bersalah karena meninggalkan anak di rumah

Aku yakin hampir semua ibu yang bekerja punya alasan sesuai kondisi masing-masing yang mengharuskan mereka meningalkan anak mereka di rumah. Entah itu karena kondisi ekonomi ataupun hal lainnya. Tapi bukan mustahil juga terkadang timbul perasaan bersalah karena sudah memercayakan anak pada orang lain. Hal ini juga bisa memicu stress karena merasa bahwa apa yang dilakukan selama ini mungkin tidak benar. Kalau ini terjadi, pikirkan kembali alasan-alasan yang dulu sempat dijadikan pertimbangan sehingga akhirnya memutuskan untuk bekerja. Abaikan prasangka dan penilaian orang lain yang belum tentu benar. Komunikasikan juga dengan suami.

4.       Bangun paling pagi

Bangun lebih pagi sebelum anggota keluarga lain bangun punya banyak mafaat positif. Bukan hanya sekedar untuk mempersiapkan semua kebutuhan keluarga, tapi bisa untuk ‘me time’ juga. Sebelum memulai aktivitas seharian, sempatkan ‘ngeteh’, berdoa dengan khusyuk,  menghirup udara pagi barang sejenak, ngemil-ngemil cantik atau baca-baca buku kesukaan.

5.       Kurangi Idealisme

Tips ini bisa diberlakukan untuk IRT maupun Ibu Pekerja khususnya yang tanpa ART. Menurunkan idealisme untuk selalu melihat rumah dalam keadaan rapi, bisa memasak sendiri makanan untuk semua anggota keluarga, lebih menurunkan tingkat stress, loh. Sesekali, kita boleh kok membeli masakan matang untuk si kecil ataupun anggota keluarga lain. Atau me-laundry cucian atau sekedar menyewa ART harian untuk membersihkan rumah. Nggak dosa. Jangan sampai karena idealisme kita untuk mengerjakan semuanya sendiri, malah jadi mengurangi ‘Quality Time’ kita dengan anggota keluarga yang lain. Jangan sampai  juga sudah seharian bekerja, ketika tiba di rumah hanya sibuk mengerjakan urusan rumah tangga sehingga tidak sempat menjalin komunikasi dengan anak dan suami (walau kadang-kadang nggak ngerjainnya emang murni karena males, sih :P)

Itulah beberapa tips anti stress untuk menghindari dilema ibu bekerja yang bisa aku bagikan untuk Ibu-Ibu sekalian. Kalau ada tips-tips lain selain yang aku sebutkan, boleh ditulis di kolom komentar. Semoga bermanfaat, ya!


Share this:

,

CONVERSATION

10 comments:

  1. Poin 5 setuju banget mbaaaa... awalnya pengen perfect malah jadi tertekan ya, ketika rileks sedikit, ternyata jadi lebih happy semuanya karena emak lebih banyak becanda dan bahagia :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. yups bener mbak. salam kenal yaa.. makasih udah mampir :D

      Delete
  2. aiiih nomor 1 dan 2 itu wajib euy. Selebihnya sih iya juga hahaha....salam kenal ya mbak

    ReplyDelete
  3. Ya benar jangan pernah membawa pekerjaan ke rumah. Urusan pekerjaan jangan disatukan dengan urusan rumah tangga.

    ReplyDelete
  4. Aku selalu salut ama temen2 yg bisa jd ibu rumah tangga tanpa bantuan ART.. aku prnh ngerasain pas art ku mudik mbak, dan tidak berhasil :D.. yg ada aku pindah nginep di hotel sampe art pulang... itu tingkat stressnya luar biasa memang... makanya suami ga prnh mau setuju kalo aku sampe resign dr kantor, krn dia apal banget aku bakal jauuuh lbh stress kalo jd IRT ..even dengan bantuan ART ttp aja rasanya pasti beda..

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak, tiap orang emg punya kapasitas yg berbeda ya, yg penting anak2 dan kita always happy dan semuanya terurus dengan baik :D

      Delete
  5. Tante ini blogger juga, wanita cerdas

    ReplyDelete

Silahkan tanya apa saja ya ^^