Cara Menggunakan BPJS di Puskesmas Jombang Ciputat

puskesmas jombang ciputat

Ini kali kedua aku mencoba cara menggunakan BPJS di puskesmas Jombang Ciputat. Sebelumnya aku menggunakannya ketika akan mengurus surat rujukan untuk kelahiran anak keduaku. Nah, berhubung plafon kesehatan untuk reimbursment di kantor sudah habis, jadilah kemarin ketika aku sakit, cuss pergi ke puskesmas Jombang untuk berobat dan minta dibuatkan surat ijin.

Ceritanya beberapa hari yang lalu, mendadak aku mules-mules dan mencret. Biasanya kalau sudah begitu aku minum sendiri itu diapet dan beberapa hari kemudian sembuh sendiri. Tapi baru kali itu, mencretku disertai demam tinggi dan meriang di malam harinya. Badan jadi lemah, letih lesu dan kurang bergairah (oke, ini lebai..). Bisa jadi karena ketika itu aku sedang haid juga sehingga kumat lah itu si anemia.

Sehingga keesokan paginya, aku ijin masuk kerja dan pergi ke puskesmas ditemani Jenna. Aku memang sudah beberapa kali mencoba cara menggunakan BPJS di Puskesmas Jombang Ciputat untuk meminta rujukan anak-anakku. Dan juga untuk meminta rujukan ketika akan melahirkan dengan BPJS. Tapi baru kali itu menggunakan fasilitas dokter umumnya untuk diriku sendiri.
 
Aku datang jam 7.30  pagi dan kali ini aku melihat sesuatu yang berbeda, apakah itu? 

Jreng...jreng...jreng.... 

Inilah dia MESIN PENCETAK NOMOR ANTRIAN!! (dibaca dengn gaya doraemon)

Mesin Pencetak Nomor Antrian
Ternyata, kali ini Puskesmas Jombang Ciputat sudah pakai mesin untuk mengambil nomor antrian pendaftaran sodara-sodara. Canggih kan? Secara sebelumnya hanya menggunakan nomor panggilan dari kertas yang dilaminating biasa.
(baca pengalamanku sebelumnya di: Pengalaman Pertama dengan BPJS

Namun sepertinya mereka harus terus menerus memproduksi nomor antrian karena banyak orang-orang yang kerap lupa membawa nomor antrian sampai ke rumah alih-alih mengembalikannya ke loket (I did, hahaha). 

Oke, kembali ke topik utama kita. Yaitu mencret.

Jadi, aku mendapat nomor antrian pendaftaran BPJS nomor 16. Yah, langsung makin lemes. Mana belum sarapan. 

Tapi untunglah,  panggilannya cepet. Hanya menunggu sekitar 15 menit dan nomorku langsung dipanggil. Aku cukup menyerahkan fotokopi kartu BPJS dan menyebutkan akan berobat di klinik apa. Petugasnya akan mencatat dan memberiku nomor antrian di klinik tujuan. Aku dapat nomor 3 untuk antrian di klinik. Alhamdulilah. Rupanya, 15 orang di antrian pendaftaran sebelumku tidak semuanya menuju klinik umum, ada yang ke klinik anak, paru, gigi dan apalagi ya, aku lupa. Yang pasti, rupanya puskesmas jombang ini cukup lengkap pelayanannya. 

Antrian Klinik BPJS
Setelah itu sembari menunggu dokternya, aku ditimbang dan di tensi. Ternyata tensiku rendah banget, Cuma 80/50. Pantesan aja dari kemaren kalau jalan seakan melayang-layang. Kurang makan dikit aja pandangan ini berkunang-kunang.

Tapi yang membuatku bahagia sodara-sodara, berat badanku ada di angka 65! Biasanya mentok di 67. Hore! Kenyataan ini membuatku gak lemes lagi. Walau tetep sih laperrr….. Jadi weh sambil nunggu dipanggil, aku dan Jenna beli bubur ayam dulu di depan puskesmas.

Pas selesai makan bubur ayam, ternyat kliniknya sudah nomor 4. Untungnya boleh nyela. Langsung masuk ruangan dan diperiksa serta curhat-curhatan sama dokternya. Sama belio ini aku diresepkan obat mencret yang harus diminum 2 kapsul sekali minum. Selain itu ada penurun panas, obat mual dan vitamin penambah darah. Yang Alhamdulilah, semuanya gratis.

Setelah selesai mengambil obat dan poto-poto (penting, ni). Aku langsung pulang dan minum tuh obat. Alhamdulilah, besoknya sudah baikan. Frekuensi mencretnya sudah tidak sesering sebelumnya. Udah gak demam juga walau masih agak keliyengan.

Kesimpulannya, cara menggunakan BPJS di puskesmas Jombang Ciputat ternyata cukup mudah, tidak ribet dan berbelit-belit. Tempatnya juga bersih, nyaman dan yang terpenting, ada tukang bubur ayam di depan puskesmasnya buat yang gak tahan lapar macam aku 

Share this:

,

CONVERSATION

0 comments:

Post a Comment

Silahkan tanya apa saja ya ^^