Buku Dongeng Anak Pak Raden: Seribu Kucing dan Pedagang Peci Kecurian

Buku Dongeng Anak Pak Raden

Awalnya sempet nggak yakin Jenna (5 tahun) akan suka ketika dibawain buku dongeng anak ini.

Selain gambarnya yang rada klasik, warnanya juga hitam putih doang. Jauh berbeda dengan buku-buku dia yang kerap kali aku belikan dan bacakan untuk dia.

Selain itu, teks dan halamannya lumayan banyak, 48 halaman. Bandingkan dengan board book bacaannya selama ini yang hanya berkisar 20 halaman dengan teks yang jarang-jarang pula.

Tapi nyatanya, doi suka banget sama ceritanya.

Sekarang ini, setiap ditanya mau baca buku apa sebelum tidur, selalu dua buku ini yang jadi pilihannya.  Nggak ada bosennya diulang-ulang. Malah aku yang bosen dan pegel karena sesi baca buku sebelum tidurnya jadi kelamaan.

Tapi untungnya, karena sudah hapal ceritanya, walaupun belum bisa baca, kadang-kadang dia mau juga disuruh baca sendiri kayak gini: 



Yah, mungkin memang sudah waktunya Jenna naik tingkat dalam hal jenis bacaan bukunya. Nggak melulu board book. Hehehe...

Balik ke soal buku ini.

Udah pada kenal sama penulisnya, kan? 

Insya Allah yang seangkatan sama aku pada tahu dengan penulisnya, yaitu Pak Raden alias Suyadi.

Profil Pak Raden

Iya, Pak Raden yang ada di film si unyil itu.

Si Maestro Dongeng Anak.

Beliau sudah meninggal setahun yang lalu dan ternyata aku baru tahu kalau Pak Raden itu ternyata juga penulis buku.

Kebetulan dua bukunya yang berjudul Pedagang Peci Kecurian dan Seribu Kucing, di-republish kembali oleh salah satu penerbit mayor Indonesia, Noura Publishing. Dengan tampilan yang lebih segar tentunya karena menggunakan hard cover.

Jujur, sebelum membaca buku ini aku pikir ceritanya akan membosankan karena latarnya pastilah tahun 70-80 an (secara aku bukan penggemar serial klasik). Eh, tapi ternyata walau ceritanya sederhana, sangat menghibur dan menyenangkan untuk dibaca bahkan oleh orang seumurku (nggak mau bilang 'setuaku' krn belom ngerasa tua).

Terutama di cerita Seribu Kucing, ada sisi emosional yang bisa di explore oleh anak-anak. Misalnya, Jenna sempat bertanya macam-macam soal kenapa si kakek dan nenek ini kesepian, kenapa mereka nggak punya anak biar nggak kesepian (oke, dan ini membuatku garuk-garuk tembok dulu buat cari ilham jawaban pertanyaannya).

Kalau di cerita Pedagang Peci Kecurian juga yang di explore oleh Jenna adalah expresi si monyetnya. Pertanyaan yang muncul semacam "kenapa monyetnya kok sedih?" atau "kenapa sih dia jualan peci kok ga jual yang laen aja?". Pertanyaan ini juga sukses membuatku pengen lari ke pantai dan kembali ke hutan (so-yesterday banget)

Kesimpulannya, buku dongeng anak karya Pak Raden ini sangat long lasting alias bisa di baca oleh siapapun, dari jaman apapun tanpa terasa ketinggalan jaman. Plot-nya asyik. Ide ceritanya unik. Gambarnya juga ekspresif. Dan, kalo di Goodreads aku bakal ngasih 5 bintang 

Sekian.

Data Buku
Penerbit : NOURA BOOKS PUBLISHING
Kode Buku : NR-233
ISBN : 9786023851980
Tahun Terbit : Februari 2017
Halaman : 48 Halaman
Berat :0,34 Kg
Format : Hard Cover

Share this:

CONVERSATION

4 comments:

  1. Wah aq juga baru tau juga bunda klo ternyata pak raden juga penulis buku. Terima kasih bunda soal info bukunya 😘

    ReplyDelete
    Replies
    1. masama mbak, trima kasih karna sudah berkunjung dan salam kenal ya ^_^

      Delete
  2. Di kalimantan buku pak raden ga ada bun, cocok buat anakku kali ya

    ReplyDelete

Silahkan tanya apa saja ya ^^